Nealaagesen55's website

Our website

21
Se
Tutorial Melakukan Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola
21.09.2017 00:51


Saat menonton festival sepakbola dalam layar kristal kita sering disajikan aksi tebak skor yang dikerjakan para juru. Walau menarik, saya gak percaya memotong skor adalah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, tapi tentu gak perlu dianggap serius sebab tidak ada pendek logika yang cukup untuk menebak skor akhir sebuah pertandingan.

Eksentrik dengan menebas siapa menyunggi yang hendak menang -- atau jika pertandingan mau berakhir dengan seri. Mereka seperti itu regular saja dijalani, walau dalam akhirnya globe itu luncai sehingga pemenang pun kerap kali salah diprediksi. Kenapa? lihat disini Karena ada tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini abdi akan sebarkan beberapa tips membuat bayangan yang ketat. Bukan bermanfaat saya saja benar dalam memprediksi sebuah pertandingan. Tentu saja tidak, walau dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) abdi memiliki rekor kebenaran bayangan yang pas tinggi: pukul rata 3 atas 4 bayangan saya pantas kenyataan.

2 bulan pra terjadi, saya memprediksi bakal terjadi All German kesimpulan di Perhubungan Champions. Di final, tergolong di depan ribuan warga Surabaya yang menyesaki sebuah acara nonton bareng, saya meneroka Bayern Munich akan mengalahkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kemenangan. Sebelum itu saya pula meyakini jika Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Ujung, saya mengempik Belanda dengan mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin abdi tekankan di sini adalah; prediksi bisa sah bisa khilaf, tapi yang penting sebuah prediksi telak harus punya dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka segmen keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap sekadar tidak bisa diprediksi dengan 100%, lagi pula prediksi mengenai skor selesai. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi menumpuk tajam.

Aku ajak Engkau untuk menyelidik beberapa dugaan terakhir saya guna menerangkan beberapa prinsip penting yang saya yakin akan berguna bagi Kamu saat menguji memprediksi festival.

Di antara dugaan yang abdi sebut pada atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar gawang Atletico]. Walau demikian terselip logika dalam belakang bayangan tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh lebih berkualitas. Prasarana masa menyatakan ketidakrukunan tokoh Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media heran saya memperoleh kabar jika Ronaldo & Mourinho juga tidak cocok (berita menyerempet hal tersebut baru merembes di Nusantara beberapa saat lalu). Serupa pelatih abdi paham sah arti kesyahduan tim di dalam dan pada luar lapangan dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini disematkan faktor Falcao yang selagi on fire, yang memproduksi saya kekar memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips antisipasi 1: Pertimbangkan suasana pada tim, paling utama saat satu buah turnamen berjalan di mana pemain pantas terus rapi tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat festival cup, kemonceran striker amat menentukan. Saat pertandingan perhubungan kualitas kali panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta seluruh elemen kru lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menetapkanmengukuhkan, menjadikan, walau daya keseluruhan menjulang juga pantas dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kelebihan Belanda 3-0 atas Indonesia saya menggulung hati nurani. Secara subjektif saya membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat mengenakan kacamata bercap objektivitas, aku semua tetap setuju jika Belanda rumpang di atas Indonesia. Kemudian mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih transparan? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia dengan bermain padat gairah, jadi akan mampu mereduksi perbedaan kualitas. Maka, skor sedikit atau raksasa bisa pula diprediksi beserta sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, adalah keberuntungan semata.

Tips perkiraan 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat dugaan. Kita mahir selalu berjanji tim tambatan hati kita unggul, tapi saat membuat antisipasi tentu mantik harus diutamakan di kepada fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat menafsirkan di satu buah media sekiranya tentang persamaan-persamaan final Persatuan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi spesialis terakhir periode. Banyak pembaca saya tetap terpancing untuk memprediksi kelebihan Dortmund berdasar pada fakta-fakta ini. Mereka khlaf bahwa fakta-fakta tersebut memikat dan memang benar memilikinya, namun gak memiliki kolerasi apapun secara pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan bukti yang lain merupakan salah satu kaca dari sekian banyak ulah fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terpancing para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan sedang menjadi ruang membuat sebuah prediksi pertentangan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan renggangan Dortmund vs Bayern pun dimunculkan muncul bertahun-tahun kincit. Karena silsilah statistik Dortmund memang raya saat melawan Bayern, banyak yang lalu menilai BVB akan bisa mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Hal ini jahat. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik asal musim pula biar tidak sanggup dengan begitu saja menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim semenjak pertemuan buncit perlu dipertimbangkan.

Tips dugaan 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan renggangan kedua tim yang paling dekat secara saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini saja.

Karena bayangan saya kerap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak memeras saya meneroka berbagai pertandingan lainnya. Lazimnya saya abaikan atau abdi tolak secara alasan sedikit paham mengenai kekuatan ke-2 tim. Keterangan saya tersebut senafas dengan tips dugaan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat bayangan tanpa dilatar belakangi keterangan dan saran yang baik mengenai tim atau perhubungan tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menghasilkan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kita mustahil jadi pakar mengenai semua perhubungan yang ada. Akui selalu.

Tips prediksi 7: Kita juga gak seharusnya memprediksi setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Dikau deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjimbit menurut Dikau 50-50. Jika sudah amat tahan pribadi, hindari mendesak diri memproduksi prediksi. Beserta demikian prosentase kejituan dugaan anda akan meningkat.

Masih banyak usulan lainnya yang bisa dan patut dipakai dalam menciptakan sebuah perkiraan yang berkualitas. Karena keterbatasan tempat hamba berhenti datang di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kesahan prediksi itu. Sebuah antisipasi yang berkualitas, baik resmi maupun melenceng, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada di belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!